g-dragon

g-dragon

Join The Community

Premium WordPress Themes

The Wonderful of Bunaken

       Bunaken National Marine Park is one of the my favorite tourism place in Manado, North Sulawesi Province. That located in Bunaken Island. Actually because i’m from Manado so I really proud of this tourism destination. Few months ago , my friend and  I came to this place, we brought a few of local tourist to explore this place, the weather that day is very sunny so we’re really happy. At 09.00 am we started from Marina Plaza Wharf , it takes 45minutes to reached Bunaken Island. We’re using Long Boat type, accomodate for 15 passengers of adult. In the way to go to Bunaken Island , we saw a beautiful Mount. Manado Tua , located at Manado Tua Island.  Along the way we can see the beautiful ocean. We arrived at 09.45 and changed the boat to Katamaran ( a ship that used mirror) to see the coral,fish, starfish, stingray, turtle, jellyfish and etc. Some of tourist go to diving, scuba-diving, and snorkeling ,but some of old people stay on the ship. The most precious thing that catch my friend and I and the tourist eyes is the various of the coral and fish  that you can only find and see just in this national marine park of Bunaken.

Opini

Pengaruh KPOP Di Dunia




      Zaman sekarang ini Kpop atau Korean Pop telah mewabah ,tidak hanya di Asia melainkan di dunia. Siapa yang tak kenal deng PSY yang telah menggegerkan dunia dengan Gangnam Stylenya. Kpop diterima dengan baik di dunia , awalnya sangat sulit bagi Kpop untuk memasuki indutri musik Amerika namun segalanya terpatahkan denhan sukses PSY disana, Tidak hanya orang biasa, para selebriti seperti Britney Spears pun ikut ber Gangnam Style bersama PSY. 

     Selebriti tanah air pun tidak terlewatkan untuk ikut ber Gangnam Style, mereka menganggap bahwa Gangnam Style adalah gaya yang unik dan mudah untuk dipelajari. Serupa dengan pernyataan tersebut beberapa artis luar negeri seperti Nelly Furtado, bahkan Justin Bieber pun mengakui hal yang sama.

Feature


Wisata ke Bali

Pada awal bulan Desember yang lalu saya dan beberapa teman kampus yang tergabung dalam Gunadarma Bridge berangkat dari Jakarta menuju Bali, tempat dimana berlangsungnya Asean Bridge Championship Club. Kami memutuskan menggunakan pesawat udara agar waktunya lebih efisien. 

Setibanya kami di bandara kami dikejutkan dengan delaynya pesawat yang akan kami naiki. 5 jam mengalami delay membuat kami kelelahan. Pukul 02.30 WIB dinihari akhirnya pesawat udara kami take off dimana jadwal seharusnya ialah pukul 09.00 WIB. Kami akhirnya  mendarat di Denpasar, Bali pukul 05.00 WITA. Dari bandara kami langsung menuju hotel di daerah denpasar tempat kami menginap , kami akan berada di bali selama 10 hari ke depan. Siang harinya kami dikejutkan dengan berpindah hotel menuju daerah Kuta, yang tempatnya dekat dengan pusat keramaian karena dekat dengan pantai. Benar saja di kawasan Legian Street tersebut berjejet outlet-outlet mewah asal luar negeri dan juga discotique, bar, pub, restaurant dll. Sungguh Kuta adalah surganya para wisatawan. Selama 3 hari kami menginap disana. 3 hari waktu kami diisi dengan berkunjung ke tempat-tempat wisata di daerah bali mulai dari Pantai Kuta,Tanah Lot,Pantai doublesix, Pantai Dreamland, watersport di Tanjung Benoa dll. Setelah 3 hari menghabiskan waktu untuk berwisata esoknya kami bersiap-siap untuk kembali berpindah hotel di kawasan Sanur, Bali. Tempat digelarnya kompetisi bridge tingkat ASEAN. Selama 4 hari kami ikut berkompetisi dengan junior-junior bridge di kawasan ASEAN. Setelah kompetisi selesai kami kembali berpindah hotel di kawasan Kuta, dimana besok harinya kami harus bersiap-siap kembali ke Jakarta. 

Berita Peristiwa dan Fenomena


Pohon Tumbang

Hujan yang disertai angin kencang telah menumbangkan sebuah pohon besar pada Jum’at, 2 November 2012 di Jl. Leo, Bekasi Selatan. Hal ini menyebabkan tertutupnya jalur mobil dan motor yang biasanya melewati jalan tersebut. Beberapa mobil terpaksa memutar melewati jalan yang memiliki jarak tempuh lebih jauh untuk menuju ke jalan raya besar.
Lambatnya tindakan dari masyarakat membuat jalan tersebut ramai dengan beberapa kendaraan serta masyarakat yang ingin melihat keadaan jalan. Namun akhirnya beberapa warga bergotong-royong untuk menggeser pohon tersebut dari badan jalan agar tidak menghambat para pemakai jalan.



Kecelakaan Bus

        Dua mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang meninggal dunia dalam kecelakaan bus pada Minggu, 4 November 2012 di Baturaden. Keduanya adalah penumpang bus PO Raharja yang mengangkut rombongan Himpunan Mahasiswa Kedokteran Indonesia yang baru saja mengikuti seminar.
            Kecelakaan diduga akibat rem yang blong. Pertama kali bus menabrak dua sepeda motor yang kemudian menabra sebuah mobil, pohon dan baru berhenti setelah menabrak bangunan bengkel sepeda motor. Sementara, tiga korban lainnya adalah supir bus dan dua warga yang mengendarai sepeda motor.

Banjir

         Memasuki bulan November, hujan mulai turun membasahi permukaan tanah. Beberapa hari belakangan ini hujan turun hamper setiap hari di kawasan Bekasi Selatan, Jaka Setia. Hujan yang disertai angin kencang ini tidak hanya menumbangkan pohon namun juga menyebabkan banjir. Warga khawatir tanggul tidak akan mampu menahan air jika hujan tak kunjung berhenti.
            Ketakutan warga akhirnya terjadi pada 16 November 2012, hujan yang turun sepanjang hari Jum’at tersebut akhirnya membuat tanggul tidak mampu lagi menahan air. Air mulai mengalir melewati tanggul dan masuk kerumah-rumah warga. Beruntungnya, banjir hanya sampai semata kaki. Warga pun mengantisipasinya dengan memindahkan barang-barang berharga ketempat yang lebih tinggi

Sejarah Jurnalistik


Berbagai literatur tentang sejarah jurnalistik senantiasa merujuk pada “Acta Diurna” pada zaman Romawi Kuno masa pemerintahan kaisar Julius Caesar (100-44 SM).
“Acta Diurna”, yakni papan pengumuman (sejenis majalah dinding atau papan informasi sekarang), diyakini sebagai produk jurnalistik pertama; pers, media massa, atausurat kabar harian pertama di dunia. Julius Caesar pun disebut sebagai “Bapak Pers Dunia”. 
Sebenarnya, Caesar hanya meneruskan dan mengembangkan tradisi yang muncul pada permulaan berdirinya kerajaan Romawi. Saat itu, atas peritah Raja Imam Agung, segala kejadian penting dicatat pada “Annals”, yakni papan tulis yang digantungkan di serambi rumah. Catatan pada papan tulis itu merupakan pemberitahuan bagi setiap orang yang lewat dan memerlukannya. 
Saat berkuasa, Julius Caesar memerintahkan agar hasil sidang dan kegiatan para anggota senat setiap hari diumumkan pada “Acta Diurna”. Demikian pula berita tentang kejadian sehari-hari, peraturan-peraturan penting, serta apa yang perlu disampaikan dan diketahui rakyatnya. Papan pengumuman itu ditempelkan atau dipasang di pusat kotayang disebut “Forum Romanum” (Stadion Romawi) untuk diketahui oleh umum.
Berita di “Acta Diurna” kemudian disebarluaskan. Saat itulah muncul para “Diurnarii”, yakni orang-orang yang bekerja membuat catatan-catatan tentang hasil rapat senat dari papan “Acta Diurna” itu setiap hari, untuk para tuan tanah dan para hartawan.
Dari kata “Acta Diurna” inilah secara harfiah kata jurnalistik berasal yakni kata “Diurnal” dalam Bahasa Latin berarti “harian” atau “setiap hari.” Diadopsi ke dalam bahasa Prancis menjadi “Du Jour” dan bahasa Inggris “Journal” yang berarti “hari”, “catatan harian”, atau “laporan”. Dari kata “Diurnarii” muncul kata “Diurnalis” dan “Journalist” (wartawan).
Dalam sejarah Islam, seperti dikutip Kustadi Suhandang (2004), cikal bakal jurnalistik yang pertama kali di dunia adalah pada zaman Nabi Nuh. Saat banjir besar melanda kaumnya, Nabi Nuh berada di dalam kapal beserta sanak keluarga, para pengikut yang salah, dan segala macam hewan.
Untuk mengetahui apakah air bah sudah surut, Nabi Nuh mengutus seekor burung dara ke luar kapal untuk memantau keadaan air dan kemungkinan adanya makanan. Sang burung dara hanya melihat daun dan ranting pohon zaitun yang tampak muncul ke permukaan air. Ranting itu pun dipatuk dan dibawanya pulang ke kapal. Nabi Nuh pun berkesimpulan air bah sudah mulai surut. Kabar itu pun disampaikan kepada seluruh penumpang kapal.
Atas dasar fakta tersebut, Nabi Nuh dianggap sebagai pencari berita dan penyiar kabar (wartawan) pertama kali di dunia. Kapal Nabi Nuh pun disebut sebagai kantor berita pertama di dunia.