g-dragon

g-dragon

Join The Community

Premium WordPress Themes

Showing posts with label Tugas Softskill. Show all posts
Showing posts with label Tugas Softskill. Show all posts

TUGAS SOFTSKILL KEWIRAUSAHAAN

BIODATA

Nama Wirausaha   : WIWIN
TTL                     : Jember 25 Desember 1969
Nama Usaha         :  WARUNG IBU WIWIN
Alamat                  : Jl. Gabus 7 No 85
Jenis Usaha           : Warung Makan & Counter Pulsa
Modal  Usaha        : Rp 10.000.000

Profit

Per hari                  : Rp 300.000
Per bulan               : Rp 9.000.000

INDIVIDU KELUARGA DAN MASYARAKAT


PERTUMBUHAN INDIVIDU

 
Pengertian Individu

Individu berasal dari kata latin individuum yang artinya tidak terbagi. Individu menekankan penyelidikan kepada kenyataan-kenyataan hidup yang istimewa dan seberapa mempengaruhi kehidupan manusia (Abu Ahmadi, 1991: 23). Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tidak dapat dibagi, melainkan sebagi kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia perseorangan.
Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya,malainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Terdapat tiga aspek yang melekat sebagai persepsi terhadap individu, yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis-rohaniah, dan aspek-sosial yang bila terjadi kegoncangan pada suatu aspek akan membawa akibat pada aspek yang lainnya. Individu dalam tingkah laku menurut pola pribadinya ada 3 kemungkinan: pertama menyimpang dari norma kolektif kehilangan individualitasnya, kedua takluk terhadap kolektif, dan ketiga memengaruhi masyarakat (Hartomo, 2004: 64).
Individu tidak akan jelas identitasnya tanpa adanya suatu masyrakat yng menjadi latar belakang keberadaanya. Individu berusaha mengambil jarak dan memproses dirinya untuk membentuk perilakunya yang selaras dengan keadaan dan kebiasaan yang sesuai dengan perilaku yang telah ada pada dirinya.
Manusia sebagai individu salalu berada di tengah-tengah kelompok individu yang sekaligus mematangkannya untuk menjadi pribadi yang prosesnya memerlukan lingkungan yang dapat membentuknya pribadinya. Namun tidak semua lingkungan menjadi faktor pendukung pembentukan pribadi tetapi ada kalanya menjadi penghambat proses pembentukan pribadi.

Perkembangan Individu

Manusia pada waktu lahir tampaknya sangat lemah namun bayi mempunyai banyak kemungkinan untuk berkembang. Bayi berproses menjadi anak dan anak akan berkembang menjadi dewasa. Prinsip-prinsip perkembangan pada manusia adalah sebagai berikut:

1) Perkembangan mengikuti pola-pola tertentu dan berlangsung secara teratur.
2) Perkembangan menuju diferensiasi dan integrasi dari gerakan-gerakan yang bersifat masal menuju gerakan-gerakan khusus.
3) Pertumbuhan dan perkembangan tidak terjadi secara tiba-tiba tetapi berlangsung secara berangsur-angsur secara teratur dan terus-menerus.
4) Suatu tingkat perkembangan dipengaruhi oleh sifat perkembangan sebelumnya.
5) Perkembangan antara anak satu berbeda dengan anak lain, baik dalam perkem-bangan masing-masing aspek kejiwaannya maupun cepat atau lambatnya perkembangan tersebut (Hartomo, 2004: 69).
Pengaruh lingkungan masyarakat terhadap individu dan khususnya terhadap pembentukan individualitasnya adalah besar, namun sebaliknya individu pun berkemampuan untuk mempengaruhi masyarakat. Kemampuan individu merupakan hal yang utama dalam hubungannya dengan manusia.

Pengertian Keluarga

Keluarga adalah sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan yang tinggal bersama dan makan dari satu dapur yang tidak terbatas pada orang-orang yang mempunyai hubungan darah saja, atau seseorang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan yang mengurus keperluan hidupnya sendiri.
Keluarga berasal dari bahasa Sansekerta: kula dan warga “kulawarga” yang berarti “anggota” “kelompok kerabat”. Keluarga adalah lingkungan di mana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah, bersatu.
Keluarga inti (”nuclear family”) terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak mereka.
Pengertian Keluarga Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.(Menurut Departemen Kesehatan RI (1998).
Kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki,esensial, enak dan berkehendak bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk memuliakan masing-masing anggotanya. (Ki Hajar Dewantara)
Keluarga adalah dua atau lebih dari dua individu yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidupnya dalam suatu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan didalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.(Menurut Salvicion dan Ara Celis). Dari pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa keluarga adalah : – Unit terkecil dari masyarakat – Terdiri atas 2 orang atau lebih – Adanya ikatan perkawinan atau pertalian darah – Hidup dalam satu rumah tangga – Di bawah asuhan seseorang kepala rumah tangga – Berinteraksi diantara sesama anggota keluarga – Setiap anggota keluarga mempunyai peran masing-masing – Diciptakan, mempertahankan suatu kebudayaan.

Peranan Keluarga

Peranan keluarga menggambarkan seperangkat perilaku interpersonal, sifat, kegiatan yang berhubungan dengan individu dalam posisi dan situasi tertentu. Peranan individu dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola perilaku dari keluarga, kelompok dan masyarakat.
Berbagai peranan yang terdapat di dalam keluarga adalah sebagai berikut :
1. Peranan Ayah : Ayah sebagai suami dari istri dan anak-anak, berperan sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya.
2. Peranan Ibu : Sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya, pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya, disamping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarganya.
3. Peran Anak : Anak-anak melaksanakan peranan psikosial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik, mental, sosial, dan spiritual.
Tugas-tugas Keluarga Pada dasarnya tugas keluarga ada delapan tugas pokok sebagai berikut :
1. Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya.
2. Pemeliharaan sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga.
3. Pembagian tugas masing-masing anggotanya sesuai dengan kedudukannya masing-masing.
4. Sosialisasi antar anggota keluarga.
5. Pengaturan jumlah anggota keluarga.
6. Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga.
7. Penempatan anggota-anggota keluarga dalam masyarakat yang lebih luas.
8. Membangkitkan dorongan dan semangat para anggotanya.

Fungsi Keluarga

Ada beberapa fungsi yang dapat dijalankan keluarga, sebagai berikut :

1. Fungsi Pendidikan. Dalam hal ini tugas keluarga adalah mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak bila kelak dewasa.
2. Fungsi Sosialisasi anak. Tugas keluarga dalam menjalankan fungsi ini adalah bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.
3. Fungsi Perlindungan. Tugas keluarga dalam hal ini adalah melindungi anak dari tindakan-tindakan yang tidak baik sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.
4. Fungsi Perasaan. Tugas keluarga dalam hal ini adalah menjaga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.
5. Fungsi Religius. Tugas keluarga dalam fungsi ini adalah memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga yang lain dalam kehidupan beragama, dan tugas kepala keluarga untuk menanamkan keyakinan bahwa ada keyakinan lain yang mengatur kehidupan ini dan ada kehidupan lain setelah di dunia ini.
6. Fungsi Ekonomis. Tugas kepala keluarga dalam hal ini adalah mencari sumber-sumber kehidupan dalam memenuhi fungsi-fungsi keluarga yang lain, kepala keluarga bekerja untuk mencari penghasilan, mengatur penghasilan itu, sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan keluarga.
7. Fungsi Rekreatif. Tugas keluarga dalam fungsi rekreasi ini tidak harus selalu pergi ke tempat rekreasi, tetapi yang penting bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga sehingga dapat dilakukan di rumah dengan cara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing, dsb.
8. Fungsi Biologis. Tugas keluarga yang utama dalam hal ini adalah untuk meneruskan keturunan sebagai generasi penerus.
9. Memberikan kasih sayang,perhatian,dan rasa aman diaantara keluarga, serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.

Urbanisasi

Urbanisasi adalah proses perpindahan penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan.
Pada prosesnya, urbanisasi terjadi pada seluruh dunia, baik negara-negara yang industrinya maju  maupun yang belum memiliki industri. Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.


A. Faktor Penarik Terjadinya Urbanisasi
  1. Kehidupan kota yang lebih modern
  2. Sarana dan prasarana kota lebih lengkap
  3. Banyak lapangan pekerjaan di kota
  4. Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan berkualitas
B. Faktor Pendorong Terjadinya Urbanisasi
  1. Lahan pertanian semakin sempit
  2. Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
  3. Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
  4. Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
  5. Diusir dari desa asal
  6. Memiliki impian kuat menjadi orang kaya
C. Keuntungan Urbanisasi
  1. Memoderenisasikan warga desa
  2. Menambah pengetahuan warga desa
  3. Menjalin kerja sama yang baik antarwarga suatu daerah
  4. Mengimbangi masyarakat kota dengan masyarakat desa



sumber :
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/01/posted-under-uncategorized-e-pengertian-individ
http://id.wikipedia.org/wiki/Urbanisasi

PENDUDUK MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN

Karena ada tugas mata kuliah softskill yaitu ISD maka kali ini yang akan di bahas adalah mengenai PENDUDUK MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN . Seperti kita ketahui bersama pertumbuhan penduduk itu sangat cepat sehingga mendorong pertumbuhan pada aspek-aspek yang meliputi aspek sosial,ekonomi,politik,kebudayaan dan sebagainya. Manusia adalah mahluk yang berbeda dengan mahluk yang lain yakni dalam kehidupannya manusia mempunyai kelebihan. Manusia dapat mengembangkan akal serta budinya. Terungkapnya pemanfaatan dan pengembangan itu terlihat pada perkembangan budaya.

PERTUMBUHAN PENDUDUK

Pertumbuhan penduduk adalah faktor yang penting dimana terjadi perubahan populasi sewaktu-waktu dimana hal itu mempengaruhi masalah sosial ekonomi dan lainnya, dimana hal itu juga berpengaruh pada jumlah komposisi penduduk yang tidak hanya pada suatu daerah atau negara bahkan dunia.
Seiring dengan bertambahnya penduduk ketersediaan akan adanya bahan makanan,perumahan,kesempatan kerja dan gedung sekolah harus bertambah pula. Apabila pertambahan penduduk tidak mampu diimbangi dengan fasilitas maka akan menimbulkan masalah-masalah.

Adapun jumlah pertumbuhan penduduk dunia pada tahun 2005-2007 seperti dibawah ini:




Peta dunia yang menunjukkan negara-negara dengan tingkat kesuburan , 2005-2010.

    7-8 Anak-anak     6-7 Anak-anak     5-6 Anak-anak     4-5 Anak-anak     3-4 Anak-anak     2-3 Anak-anak     1-2 Anak-anak     0-1 Anak-anak


KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN


Pertumbuhan dan Perkembangan kebudayaan di Indonesia


Zaman batu sampai zaman logam

Zaman batu dibagi menjadi 2 yaitu :

A.Zaman Batu Tua:
Alat-alat batu pada zaman batu tua, baik bentuk ataupun permukaan peralatan masih kasar, misalnya kapak genggam Kapak genggam semacam itu kita kenal dari wilayah Eropa, Afrika, Asia Tengah, sampai Punsjab(India), tapi kapak genggam semacam ini tidak kita temukan di daerah Asia Tenggara. Berdasarkan penelitian para ahli prehistori, bangsa-bangsa Proto-Austronesia pembawa kebudayaan Neolithikum berupa kapak batu besar ataupun kecil bersegi-segi berasal dari Cina Selatan, menyebar ke arah selatan, ke hilir sungai-sungai besar sampai ke semenanjung Malaka Lalu menyebar ke Sumatera, Jawa. Kalimantan Barat, Nusa Tenggara, sampai ke Flores, dan Sulawesi, dan berlanjut ke Filipina.
Kapak-kapak tersebut diasah sampai mengkilap dan diikat pada tangkai kayu dengan menggunakan rotan. Sebagai tambahan seiring persebaran kapak batu tersebut   tersebar pula Bahasa Proto-Austronesia yg merupakan induk dari bahasa dari bangsa-bangsa di sekitar Samudera Indonesia dan Samudera Pasifik. Karena perkembangannya muncul bahasa melayu yang nantinya di negara   Indonesia berkembang menjadi bahasa Indonesia
b.Zaman batu muda
Ciri – cirri zaman batu muda :
  1. mulai menetap dan membuat rumah,
  2. membentuk kelompok masyarakat desa,
  3. bertani,
  4. berternak untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Manusia pada zaman batu muda telah mengenal dan memiliki kepandaian untuk mencairkan/melebur logam dari biji besi dan menuangkan ke dalam cetakan dan mendinginkannya. Oleh karena itulah mereka mampu membuat  senjata untuk mempertahankan diri dan untuk berburu serta membuat alat-alat lain yang mereka perlukan
Bangsa-bangsa Proto-austronesia yang masuk dari Semenanjung Indo-China ke Indonesia itu membawa kebudayaan Dongson, dan menyebar di Indonesia. Materi dari   kebudayaan Dongson berupa senjata-senjata tajam dan kapak berbentuk sepatu yang terbuat dari bahan perunggu
Hal yang patut dicatat tentang permulaan zaman logam ini adalah kenyataan yang  jelas bahwa Indonesia sebelum memasuki zaman Hindu telah mengenal kebudayaan yang tinggi derajatnya dan penting bagi perkembangan kebudayaan Indonesia selanjutnya

B.Kebudayaan Hindu, Budha, dan Islam
a.Kebudayaan Hindu
Pada abad ke-3 dan ke-4 agama hindu mulai masuk ke Indonesia di Pulau Jawa. Perpaduan atau akulturasi antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan. Sekitar abad ke 5 ajaran Budha masuk ke indonesia, khususnya ke Pulau Jawa. Agama Budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju dibandingkan Hinduisme,sebab budhisme tidak menghendaki adanya kasta-kasta dalam masysrakat. Walaupun demikian, kedua agama itu di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa tumbuh dan berdampingan secara damai. Baik penganut hinduisme maupun budhisme masng-masing menghasilkan karya- karya budaya yang bernilai tinggi dalam seni bangunan, arsitektur, seni pahat, seni ukir, maupun seni  sastra, seperti tercermin dalam bangunan, relief yang diabadikan dalam candi-candi di Jawa Tengah maupun di Jawa Timur diantaranya yaitu Borobudur, Mendut, Prambanan, Kalasan, Badut, Kidal, Jago, Singosari, dll. Candi Borobudur merupakan candi termegah di Asia Tenggara dan pernah tercatat sebagai 10 keajaiban dunia.
b.Kebudayaan Islam
Abad ke 15 da 16 agama islam telah dikembangkan di Indonesia, oleh para pemuka-pemuka islam yang disebut Walisongo. Titik penyebaran agama Islam pada abad itu terletak di Pulau Jawa. Sebenarnya agama Islam masuk ke Indonesia, khususnya di Pulau Jawa sebelum abad ke 11 sudah ada wanita islam yang meninggal dan dimakamkan di Kota Gresik. Masuknya agama Islam ke Indonesia berlangsung secara damai. Hal ini di karena masuknya Islam ke Indonesia tidak secara paksa. Melainkan dengan cara baik-baik, di samping itu disebabkan sikap toleransi yang dimiliki bangsa kita.
Abad ke 15 ketika kejayaan maritim Majapahit mulai surut , berkembanglah negara-negara pantai yang dapat merongrong kekuasaan dan kewibawaan majapahit yang berpusat pemerintahan di pedalaman. Negara- negara yang dimaksud adalah Negara malaka di Semenanjung Malaka,Negara Aceh di ujung Sumatera, Negara Banten di Jawa Barat, Negara Demak di Pesisir Utara Jawa Tengah, Negara Goa di Sulawesi Selatan . Dalam proses perkembangan negara-negara tersebut yang dikendalikan oleh pedagang. Pedagang kaya dan golongan bangsawan kota- kota pelabuhan, nampaknya telah terpengaruh dan menganut agama Islam. Daerah-daerah yang belum tepengaruh oleh kebudayaan Hindu, agama Islam mempunyai pengaruh yang mendalam dalam kehidupan penduduk. Di daerah yang bersangkutan. Misalnya Aceh, Banten, Sulawesi Selatan, Sumatera Timur, Sumateraa Barat, dan Pesisr Kalimantan.
Agama Islam berkembang pesat di Indonesia dan menjadi agama yang mendapat  penganut sebagian terbesar penduduk Indonesia. Kebudayaan Islam memberi saham yang besar bagi perkembangan kebudayaan dan kepribadian Bangsa Indonesia.

C. Kebudayaan Barat
Unsur kebudayaan barat juga memberi warna terhadap corak lain dari kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia adalah kebudayaan Barat. Masuknya budaya Barat ke Negara Republik Indonesia ketika kaum kolonialis atau penjajah masuk ke Indonesia, terutama bangsa Belanda. Penguasaan dan kekuasaan perusahaan dagang Belanda (VOC) dan berlanjut dengan pemerintahan kolonialis Belanda, di kota-kota propinsi, kabupaten muncul bangunan-bangunan dengan bergaya arsitektur Barat. Dalam waktu yang sama, dikota-kota pusat pemarintahan, terutama di Jawa, Sulawesi  Utara, dan Maluku berkembang dua lapisan sosial.
  1. lapisan sosial yang terdiri dari kaum buruh
  2. lapisan sosial yang terdiri dari kaum pegawai
Dalam kedua lapisan inilah pendidikan barat di sekolah-sekolah kemampuan atau kemahiran Bahasa Belanda menjadi syarat  utama untuk mencapai kenaikan kelas. Akhirnya masih harus disebut sebagai pengaruh Kebudayaan Eropa yang masuk juga ke dalam Kebudayaan Indonesia, ialah agama Katolik dan Agama Kristen Protestan. Agama-agama tersebut biasanya disiarkan dengan sengaja oleh  organisasi penyiaran  agama yang bersifat swasta. Penyiaran dilakukan di daerah- daerah dengan penduduk  yang belum pernah mengalami pengaruh agama Hindu, Budha, atau Islam daerah itu misalnya Irian Jaya, Maluku Tengah dan Selatan, Sulawesi Utara dan tengah, Nusa Tenggara Timur dan Pedalaman  Kalimantan. Sudah menjadi watak dan kepribadian timur pada umumnya, serta masyarakat Jawa khususnya, bahwa menerima setiap kebudayaan yang datang dari luar,kebudayaan  yang dimilikinya tidaklah diabaikan. Tetapi disesuaikanlah kebudayaan yang baru itu dengan kebudayaan lama.
Sehubungan dengan itu penjelasan UUD’45 memberikan rumusan tentang kebudayaan memberikan rumusan tentang kebudayaaan  bangsa Indonesia adalah: kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budi rakyat Indonesia seluruhnya, termasuk kebudayaan lama dan asli yang ada sebagai puncak kebudayaan di daerah-daerah di seluruh Indonesia. Dalam penjelasan UUD’45 ditujukan ke arah mana kebudayaan itu diarahkan, yaitu menuju kearah kemajuan budaya dan persatuan, dengan tidak menolak bahan baru kebudayaan asing yang dapat mengembangkan kebudayaan bangsa sendiri serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia
D.Kebudayaan dan kepribadian
Berbagai penelitian antropologi budaya menunjukan  bahwa terdapat korelasi antar corak kebudayaan dengan corak kepribadian anggota masyarakat. Opini umum juga menyatakan bahwa kebudayaan suatu bangsa adalah cermin kepribadian bangsa yang bersangkutan. Kalau begitu dari sisi mana kebudayaan dapat memberi pengaruh pada suatu kepribadian??. Jika kita melihat dari sisi sikap pemilik kebudayaan itu sendiri. Pemilik kebudayaan itu menganggap bahwa segala sesuatu terangkum dan terlebur dalam segala materi kebudayaan itu sebagai sesuatu yang logis, normal serasi, dan selaras dengan kodrat dalam tabiat asasi manusia dan sebagainya. Kepribadian bangsa indonesia yang ramah tamah, suka menolong, memiliki sifat kegotong royongan adalah ciri umum dari sekian banyak kepribadian dari suku-suku yang berada di Republik Indonesia dan terpatri menjadi ciri khas kepribadian Bangsa Indonesia.

E.Kesimpulan
Setiap budaya dan kepercayaan masuk ke Indonesia dengan cara yang berbeda-beda yang pada akhirnya membentuk kepribadian bangsa Indonasia itu sendiri.Walaupun demikian Indonesia sebagai bangsa yang memiliki kepribadian yang khas yang pastinya melalui kepribadian ini bangsa indonesia dapat menyaring semua kebudayaan yang masuk untuk memperkaya kebudayaan yang sudah ada saat ini.

sumber :

http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/mkdu_isd/bab2-penduduk_masayarakat_dan_kebudayaan.pdf

http://nadyadilo.blogspot.com/2011/10/pendudukmasyarakat-dan-kebudayaan.html

Pengertian Bahasa Iklan

Pengertian iklan :

• Berasal dari bahasa Yunani , kurang lebih pengertiannya “ mengiring orang pada gagasan “
• Secara komprehensip “ semua bentuk aktivitas untuk memperkenlakan dabn mempromosikan ide, barang, atau jasa secara non personal tentang suatu produk, merek, perusahaan, atau toko.
• Iklan ialah promosi barang, jasa, perusahaan dan ide yang harus dibayar oleh sebuah sponsor.
• Iklan merupakan suatu investasi ekonomis, dan bagi kebanyakan perusahaan dan organisasi non profit, iklan merupakan sebuah investasi yang dianggap sangat menguntungkan. (Shimp, 2000)
• Iklan memiliki berbagai macam jenis, berdasarkan sifatnya iklan dibedakan atas iklan niaga dan nonniaga. Iklan niaga dibuat untuk mempengaruhi khalayak/masyarakat supaya tertarik untuk memiliki, membeli, dan mengunakan produk yang diiklankan. Iklan nonniaga/layanan masyarakat dibuat untuk menarik perhatian masyarakat sehingga masyarakat mempunyai rasa simpati atau memberikan dukungan terhadap hal yang diiklankan.
• Berdasarkan tujuan, iklan dibedakan atas iklan penawaran/permintaan dan iklan pengumuman. Sedangkan berdasarkan ruang (space), iklan dibedakan iklan baris dan displai. Iklan baris adalah iklan yang menggunakan bahasa singkat dan padat. Iklan baris biasanya disusun berdasarkan golongan yang sama. Misalnya: iklan penjualan rumah masuk dalam kolom properti atau rumah dijual.
• Iklan lowongan pekerjaan dan mencari pekerjaan masuk golongan karier, misalnya: pada setiap surat kabar penggolongan iklan diberi nama yang berbeda-beda. Iklan baris memiliki beberapa komponen, yaitu: komponen aktivitas, produk yang diiklankan, spesifikasi produk, dan identitas pengiklan.

Pengertian Bahasa

Bahasa dibentuk oleh kaidah aturan serta pola yang tidak boleh dilanggar agar tidak menyebabkan gangguan pada komunikasi yang terjadi. Kaidah, aturan dan pola-pola yang dibentuk mencakup tata bunyi, tata bentuk dan tata kalimat. Agar komunikasi yang dilakukan berjalan lancar dengan baik, penerima dan pengirim bahasa harus harus menguasai bahasanya.

Bahasa adalah suatu sistem dari lambang bunyi arbitrer yang dihasilkan oleh alat ucap manusia dan dipakai oleh masyarakat komunikasi, kerja sama dan identifikasi diri. Bahasa lisan merupakan bahasa primer, sedangkan bahasa tulisan adalah bahasa sekunder. Arbitrer yaitu tidak adanya hubungan antara lambang bunyi dengan bendanya.

Jadi,dapat disimpulkan bahwa Bahasa Iklan itu adalah bahasa yang memiliki:


a. Penggunaan pilihan kata yang tepat, menarik, sopan, dan logis
b. Ungkapkan atau majas yang digunakan untuk memikat dan sugestif
c. Penyusunan secara singkat dan menonjolkan bagian-bagian yang dipentingka

Tips Bagaimana Membuat Suatu Iklan

Yang harus di pikirkan ialah,yang pertama :

Naskah iklan
1. Judul iklan :
Buatlah judul iklan dengan berdasarkan kata kunci, dan singkat, menarik perhatian. Misalkan dengan kata kunci “uang sampingan”, anda tambahkan satu atau dua kata sebaiknya judul iklan jangan lebih dari  5 kata, sebab untuk  bersaing dengan kata kunci 2 kata cukup berat pasalnya saingannya terlalu banyak.Untuk mencari kata kunci anda gunakan google keyword tools, sedangkan untuk melihat jumlah pesaing anda gunakan google search. Carilah kata kunci yang pencarinya >1.000.000 per month dan pesaingnya <10.000. Setrelah anda tambahkan kata lain, misalnya judul iklan menjadi :  Mencari uang sampingan di Internet
2. Isi Iklan :
Buatlah naskah iklan yang baik, masuk akal, sesuai dengan produk yang ditawarkan, dan masukan juga kata kunci baik sebagian maupun seluruhnya. Misalnya :  Setiap orang memiliki kesempatan dan peluang untuk dapat mencari uang sampingan di internet, asal tahu caramya. Info selengkapnya..Klik di sini..

Yang kedua :

Bagaimana cara menjual suatu produk? Satu cara yang paling kita kenal, yaitu berpromosi alias beriklan. Yup, iklan adalah cara yang paling umum untuk mencari perhatian. Mungkin karena itulah, hidup kita tak pernah lepas dari iklan. Iklan ada dimana-mana, dirumah, disekolah, dikantor, dijalanan, bahkan dikuburan.
Iklan telah menghantui dalam setiap aktivitas. Mulai dari bangun tidur, sampai ketidur lagi. Bahkan saat tertidur sekalipun, iklan terus memburu, hingga akhirnya orang jenuh, muak, marah, bahkan mengumandangkan perang terhadap iklan. Banyak tidak sedikit pula orang yang terkena penyakit allergy terhadap iklan.
So, hal itu memaksa para marketer untuk pintar-pintar membuat iklan. Mereka berusaha dan berpikir keras agar iklannya tak tampak seperti iklan. Mereka juga ingin memastikan bahwa iklan tersebut benar-benar bagus. Berbagai teknik mereka kembangkan. Berbagai penelitian mereka lakukan. Berbagai rumus mereka formulakan.
Hingga akhirnya mereka berhasil mengambil kesimpulan bahwa.... iklan yang bagus itu adalah yang:
  • Menarik perhatian orang yang tepat. Para marketer beranggapan, iklan yang bagus itu bukanlah iklan yang memancing perhatian sembarang orang. Iklan yang bagus, adalah iklan yang hanya menarik bagi dari orang-orang yang menjadi target utamanya. Kata mereka, semakin spesifik targetnya, semakin bagus.
  • Mampu mempertahankan minat sang target. Para marketer itu lalu sadar... Ok, target kita mulai tertarik, tapi sang target tampaknya sudah jenuh dan bosan dengan iklan serupa. Pada tahap ini, mereka berupaya sebisa mungkin untuk membuat sang target agar tetap tertarik. Mereka berupaya keras agar sang target tetap tertarik untuk membaca, melihat, atau mendengarkan iklan yang mereka buat.
  • Memberikan penawaran yang sulit ditolak. Lalu, para marketer itu jadi makin tahu, bahwa walau mereka berhasil mempertahankan minat sang target, mereka tetap harus memberikan penawaran yang benar-benar dramatis. Kenapa? Sebab, pada tahap ini, sang target mungkin masih tertarik untuk mencari penawaran lain, yang lebih menggiurkan.
  • Mampu membangkitkan keinginan. Para marketer itu mendapatkan fakta lain, bahwa selain memberikan penawaran yang memikat, mereka juga harus mampu membuat sang target untuk merasa bahwa produk itu adalah produk yang mereka butuhkan. Mereka harus meyakinkan sang target, bahwa tanpa produk itu, sang target akan mengalami kerugian, ketinggalan jaman, atau sejenisnya.
  • Mampu memberikan kepercayaan. Ok, target mulai merasa membutuhkan, sudah aman? Belum. Para markerter itu berpikir lagi, bagaimana jika ternyata sang target belum yakin dengan kualitasnya? So, para marketer itu berusaha meyakinkan sang target dengan memberikan kata-kata yang meyakinkan. Misalnya, "Dijamin anda pasti sukses," atau "Direkomendasikan oleh ahli anu dan anu," atau "Dijamin uang anda pasti kembali," dan seterusnya.
  • Memberi kemudahan untuk bertindak. Setelah berhasil meyakinkan sang target, tentunya para marketer itu ingin memastikan targetnya bisa mendapatkan produk yang mereka inginkan. Mereka tidak ingin sang target mengurungkan niat karena merasa kesulitan mendapatkan produk tersebut. So, para marketer itu memberikan informasi detail mengenai cara mendapatkan produk mereka.
  • Meyakinkan untuk segera bertindak. Para marketer itu akhirnya sampai pada satu keputusan, bahwa semua kerja keras mereka akan tetap sia-sia, jika ternyata iklan yang mereka buat tidak mampu meyakinkan sang target untuk segera bertindak. Mengapa? Sebab para marketer itu sadar, semakin lama sang target menunda, semakin besar pula kemungkinannya untuk lupa atau mengurungkan niat.
So, begitulah. Para marketer itu akhirnya berhasil menemukan cara untuk membuat iklan, yang membuat targetnya melakukan apa yang mereka mau. Dengan memperhatikan, menyertakan, dan mengkombinasikan semua unsur diatas, para marketer mulai membuat iklan. Lalu mengujinya, kemudian membandingkan hasilnya. Memperbaiknya, mengujinya, kemudian menganalisanya lagi. Dan seterusnya....

Terapi Air Putih

 2 Gelas Air Putih setelah bangun tidur
( membantu mengaktifkan organ-organ internal)


1 Gelas Air Putih - 30 menit sebelum makan
( membantu fungsi pencernaan dan ginjal)


1 Gelas Air Putih sebelum mandi
(  membantu menurunkan tekanan darah)


1 Gelas Air Putih sebelum tidur
( untuk menghindari stroke dan serangan jantung)

Scandal In Springs synopsis

After spending three London seasons searching for a husband, Daisy Bowman's father has told her in no uncertain terms that she must find a husband. Now. And if Daisy can't snare an appropriate suitor, she will marry the man he chooses—the ruthless and aloof Matthew Swift.
Daisy is horrified. A Bowman never admits defeat, and she decides to do whatever it takes to marry someone . . . anyone . . . other than Matthew. But she doesn't count on Matthew's unexpected charm . . . or the blazing sensuality that soon flares beyond both their control. And Daisy discovers that the man she has always hated just might turn out to be the man of her dreams.
But right at the moment of sweet surrender, a scandalous secret is uncovered . . . one that could destroy both Matthew and a love more passionate and irresistible than Daisy's wildest fantasies.
Read an excerpt:
Matthew Swift, the cool and self-possessed young man Daisy Bowman's father wants her to marry, has just forcibly removed Daisy from a scandalous parlor game. To save her reputation, Matthew has just turned down the opportunity to kiss Daisy in front of everyone. However, instead of thanking him, Daisy is furious . . .
“Why did you do that?” Daisy demanded, rounding on him immediately.
“Take you away from the games?” Disconcerted, Matthew adopted a censorious tone. “You shouldn’t have been there, and you know it.”
Daisy was so furious that her dark eyes seemed to be shooting sparks. “Where should I have been, Mr. Swift? Reading alone in the library?”
“That would have been preferable to causing a scandal.”
“No it wouldn’t have. I was exactly where I belonged, doing exactly what everyone else was doing, and everything was just fine until you ruined it!”
“I?” Matthew couldn’t believe his ears. “I ruined the evening for you?”
“Yes.”
“How?”
She glared at him accusingly. “You didn’t kiss me.”
“I . . .” Caught off-guard, Matthew stared at her in bewilderment. “I did kiss you.”
“On the hand,” Daisy said scornfully, “which means absolutely nothing.”
Matthew wasn’t certain how he had been so abruptly derailed from self-righteous superiority to affronted protest. “You should be grateful.”
“For what?”
“Isn’t it obvious? I saved your reputation.”
“If you had kissed me,” Daisy retorted, “it could only have improved my reputation. But you rejected me publicly, which means Llandrindon and Mardling and all the rest know there is something wrong with me.”
“I didn’t reject you.”
“It certainly felt like rejection, you cad!”
“I am not a cad. If I had kissed you in public, then I would be a cad.” Matthew paused before adding in baffled irritation, “And there is nothing wrong with you. Why the devil would you say that?”
“I’m a wallflower. No one ever wants to kiss me.”
This was too much. Daisy Bowman was furious because he hadn’t done the thing he had craved and dreamed of for years of his life. He had behaved honorably, damn it all, and instead of being appreciative she was angry.
“ . . . am I that undesirable?” Daisy was ranting. “Would it have been so disagreeable?”
He wanted her for so long. He had reminded himself a thousand times of all the reasons he could never have her. And it had been a hell of a lot easier to bear knowing she detested him and there was no reason to hope. But the possibility that her feelings might have changed, that she might want him in return, filled him with a dizzying thrill.
Another minute of this and he would become unhinged.
“ . . . don’t know how to do whatever it is women are supposed to do to attract men,” Daisy was saying irately. “And when I finally had a chance to gain a little experience, you--” She broke off and frowned as she saw his face. “Why do you look like that?”
“Like what?”
“As if you’re in pain.”
Pain. Yes. The kind of pain a man felt when he had lusted after a certain woman for years and found himself alone with this woman and then had to endure her complaints that he hadn’t kissed her when all he wanted was to tear her clothes off and have her right there on the floor.
She wanted experience? Matthew was ready to give her the experience of a lifetime. His body had become so unbearably hard that the brush of his trouser fabric was enough to make him wince. Struggling to control himself, he concentrated on breathing. Breathing. But there was only more arousal, until red mist had gathered at the edges of his vision.
He wasn’t aware of reaching for her but suddenly his hands were on her, hooked just beneath her arms where the yellow satin was permeated with the warmth of her body. She was light and supple, like a cat . . . he could lift her so easily, pin her against the wall . . .
Daisy’s dark eyes were wide and startled. “What are you doing?”
“I want the answer to one question,” Matthew managed to say. “Why did you call my name in there?”

Emotions crossed her face in rapid succession . . . surprise, guilt, embarrassment. Every inch of exposed skin turned pink. “I don’t know what you mean. Your name was on the paper. I had no choice but to--”
“You’re lying,” Matthew said tersely. His heart stopped as she refused to reply. She wasn’t going to deny it. Her flush deepened to crimson. “My name wasn’t on that paper,” he continued with great effort. “But you said it anyway. Why?”
They both knew there could only be one reason. Matthew closed his eyes briefly. His pulse was so hot and fast that its reckless momentum stung the insides of his veins.
He heard Daisy’s hesitant voice. “I just wanted to know what you . . . how you . . . I just wanted . . .”
This was temptation at its most brutal. Matthew tried to make himself let go of her, but his hands would not release the slim curves encased in yellow satin. It felt too good to hold her. He stared at her exquisite mouth, the subtle but delicious indentation in the center of her lower lip.  One kiss, he thought desperately.   Surely he could have at least that. But once he started . . . he wasn’t certain he could stop.
“Daisy . . .” he tried to find words to defuse the situation, but it was difficult to speak coherently. “I’m going to tell your father . . . at the first opportunity . . . I can’t marry you under any circumstances.”
She still wouldn’t look at him. “Why didn’t you tell him so right away?”
Because he had wanted to make her notice him.
Because he had wanted to pretend, just for a little while, that the thing he had never dared to dream about was just within reach.
“I wanted to annoy you,” he said.
“Well, you did!”
“But I never considered it seriously. I could never marry you.”
“Because I’m a wallflower,” she said sullenly.
“No. That’s not--”
“I’m undesirable."
“Daisy, would you stop--”
“Not even worth a single kiss.”
“All right,” Matthew snapped, finally losing the grip on his sanity. “Damn it, you win. I’ll kiss you.”
“Why?”
“Because if I don’t you’ll never stop complaining about it.”
“It’s too late now! You should have kissed me back there in the parlor but you didn’t, and now that you’ve doomed any chance I’ll ever have of being kissed by anyone else, I’m not going to settle for some half-rate consolation prize.”
“Half-rate?”
That had been a mistake. Matthew could see that Daisy realized it the instant she had said it.
She had just sealed her fate.
“I-I meant to say half-hearted,” she said breathlessly, trying to wriggle away from him. “It’s obvious you don’t want to kiss me and therefore--”
“You said half-rate.” He jerked her hard against him. “Which means now I have something to prove.”
“No you don’t,” she said quickly. “Really. You don’t--” She gave a little cry as he clamped one hand behind her neck, and all sound was muffled as he tugged her head to his.